Translate

Selasa, 24 November 2015

Muslim - Cara Jadikan Keluarga Kita Religius - Inilah yang harus Kita Lakukan - AndreLinds.Com


Oleh: Ustad Nouman Ali Khan
Ketika anda mulai membaca Quran, mempelajarinya, dan menghafalnya, anda mulai sadar bahwa Quran menawarkan gaya hidup yang menuju ke kanan, sementara gaya hidup anda menuju ke kiri. Jadi anda mulai mengubah beberapa hal. Cara anda berbicara mulai berubah, cara anda berpakaian mulai berubah, cara anda makan mulai berubah, anda mulai berteman dengan orang-orang yang shaleh, memilih pekerjaan yang halal jika sebelumnya pekerjaan anda tidak halal, interaksi anda dengan keluarga mulai berubah, dan sebagainya.

Dan ketika perubahan ini mulai terjadi, siapa orang-orang yang pertama kali bereaksi? Keluarga anda, yaitu ibu anda, saudari anda, saudara anda, sepupu anda, dan sebagainya. Mereka menghampiri anda dan berkata “Kamu sekarang telah berubah, apakah kamu baik-baik saja? Kami juga Muslim seperti kamu, tapi kamu tidak perlu setaat itu. Cukurlah jenggotmu.” Atau seorang ayah akan menghampiri putrinya “Kenapa kamu berhijab? Kamu tidak akan pergi keluar seperti itu kan? Wajahmu kan cantik!” Atau seorang ibu yang berkata pada putranya, “Cukurlah jenggotmu. Kamu tampak seperti teroris. Tempat kerja mana yang akan menerimamu sebagai karyawan kalau kamu berjenggot begitu.”

Keluarga anda sendiri akan mengatakan hal-hal seperti itu. Ngomong-ngomong, mereka mengucapkan hal ini bukan karena membenci anda. Anda tahu kenapa mereka mengatakan hal-hal itu? Itu karena mereka mencintai anda dan mereka takut karena anda berubah. Mereka pikir anda menjadi gila dan ini bukan hal baru. Kapanpun seseorang mulai taat beragama, keluarga mereka akan menganggap orang itu sebagai ekstrimis atau orang gila.

Perhatikan hal ini dengan seksama! Ketika anda mulai lebih religius daripada anggota keluarga anda yang lain, maka mereka yang keimanannya masih di bawah anda menunggu anda. Mereka dengan sabar menunggu sampai anda berperilaku buruk. Sampai suatu ketika anda membentak ayah anda, kemudian mereka akan berkata “Apakah ini yang diajarkan Islam padamu? Jadi ini yang diajarkan masjid selama ini, itulah mengapa kelakuanmu begini.”

Jadi mereka menunggu anda berbuat salah, untuk menyalahkan apa? Untuk menyalahkan agama. Dan ketika ini terjadi, ada perang urat syaraf yang terjadi di rumah. Anda pulang ke rumah dan merasa rumah anda jadi medan perang. Ibu anda, istri atau suami anda, adik atau kakak anda, sepupu anda, paman anda, mereka akan mengatakan hal-hal paling menyakitkan dan sarkastik kepada anda. Andai saja kata-kata tersebut dilontarkan orang lain kepada anda, maka anda akan menabrak mereka dengan mobil anda, tapi anda harus menelannya karena yang mengatakannya adalah keluarga sendiri.

Jadi apa yang anda lakukan? Anda pun marah. Anda berkata “Kalian mencoba membuatku mengikuti nenek moyang dan budaya, PADAHAL AKU MENCOBA MENGIKUTI SUNNAH, DAN KALIAN BAHKAN TIDAK PUNYA AQIDAH YANG BENAR!!!” Kemudian anda membanting pintu dan keluar. Hal ini sering sekali terjadi.

Dan sekarang anda mulai aktif ikut pengajian, kelas agama, kursus-kursus, bukan karena anda memang ingin mengikutinya, melainkan karena anda tidak tahan dengan situasi yang terjadi di rumah. Jadi anda hanya ingin menjauh dari rumah.

Anda tahu, itu adalah kesalahan terbesar anda. Anda seharusnya lebih tahan banting. Anda harus dapat menerima kata-kata mereka yang menyakitkan. Apapun makian mereka, apapun yang mereka katakan, misalnya ibu anda berkata “Kuharap aku tak punya anak sepertimu”, atau ayah anda berkata “Dasar anak tidak tahu diuntung. Mau jadi teroris kamu?” Apapun yang mereka katakan, jangan diambil hati. Tetaplah berbaik hati kepada orangtua anda, berbaktilah sebaik mungkin kepada mereka.

Apapun yang mereka lakukan, mereka tidak mungkin lebih buruk dari ayah Nabi Ibrahim a.s yang memproduksi berhala untuk dijual dan mengusir anaknya keluar dari rumah. Seringkali anda berkata pada saya “Oh sayangnya orangtuaku tidak mengerti bro.” Terus kenapa kalau mereka tidak mengerti? Yang penting adalah jika anda berpegang teguh kepada Islam, maka anda harus tahan banting. Bahkan orang-orang di zaman Nabi dikubur hidup-hidup karena menyatakan keimanan mereka, mengapa anda tidak tahan menerima hardikan atau kemarahan dari orangtua anda? Kenapa anda tidak tahan banting dan tidak bisa menerima beberapa celaan dari paman anda setiap Idul Fitri? Misalnya, “Oh, tampaknya kamu baru pulang berjihad memerangi pasukan Israel!” Mereka akan mengatakan hal-hal seperti itu, terima saja.

Orang-orang di zaman nabi mengalami yang jauh lebih buruk, bersyukurlah pada Allah karena kita jauh lebih mudah. Orang-orang selalu tidak bersyukur, dan kita tidak bersyukur karena kita tidak bersabar. Sabar dan syukur saling beriringan, ketika anda tidak sabar, anda mulai mengeluh.
Dan ketika anda mengeluh, itu tandanya anda tidak bersyukur.

Allah memberi anda kesempatan ini untuk mengembangkan kepribadian anda agar menjadi lebih tangguh. Dan saya ingin memberi saran, ketika anda mulai mempelajari agama dengan serius, terlebih lagi pemuda/pemudi dan anda mendapat masalah di rumah, maka lakukan lebih baik lagi di rumah! Bersihkan rumah, belikan ibu anda sekuntum bunga, pijat kakinya, bantu ayah anda mengecat tembok, lakukanlah sesuatu. Hal ini jauh lebih baik daripada anda membangkang kepada orangtua. Apakah cara terbaik untuk mendekatkan orangtua anda kepada Islam? Yaitu dengan berbakti pada orangtua. Buatlah akhlaq anda menjadi lebih baik. Jangan malah membentak orangtua anda.

SEMOGA BERMANFAAT


Sumber:http://islamberkata.blogspot.co.id/2015/03/keluarga-anda-tidak-religius-inilah.html

Muslim - Nikmat Menjadi Islam dan Jalan Kita Berdakwah - AndreLinds.Com

Oleh: Hamza Andrea Tzortzis 
Jangan remehkan rahmat yang kita miliki, yaitu Islam. Orangtua saya bukan Muslim. Istri saya tahu betapa saya mencintai orangtua saya. Dan orangtua saya mencintai saya. Setiap hari, ayah saya berkata bahwa dia mencintai saya. Tapi jika ayah saya meninggal dalam keadaan seperti ini kemana dia akan pergi? Anda dapat mendo’akan orangtua anda, tapi saya tidak dapat berdo’a untuk ayah saya jika dia meninggal (karena dia non-Muslim).

Inilah kenyataannya saudara/saudari. Jangan remehkan rahmat yang diberikan Allah s.w.t kepada anda berupa nikmat Islam. Anda mempunya persyaratan untuk memasuki jannah(surga). Ini sangat penting saudara/saudari, karena inilah tujuan akhir kita. Untuk apakah hidup kita? 20, 30, 40, 50, 60 tahun. Dan saya tidak ingin kita hanya berpikir “Alhamdulillah aku seorang Muslim.” Saya ingin kita berangkat dan berdakwah karena ada banyak orang yang membutuhkan Islam saudara/saudari.

Nanti pada tahun 2040, menurut lembaga-lembaga medis, penyakit paling besar yang akan membunuh manusia adalah depresi, saudara/saudari. 25% dari wanita di zaman sekarang mengalami depresi. Anda harus menyadari bahwa ada kekosongan ruhani di luar sana. Dan anda dapat melakukan ini. Jangan sampai terlambat, karena kakek saya meninggal setahun yang lalu, pada bulan September. Kakek saya adalah segalanya bagi saya. Dialah satu-satunya orang dalam keluarga saya yang ketika berkata sesuatu, dia akan menepatinya meskipun dia harus memotong kakinya untuk menepatinya. Saya cinta kakek saya tapi saya tidak pernah berdakwah padanya.

Sayang sekali... Dan ketika saya mendengar bahwa dia sakit, saya langsung pulang ke kampung halaman naik pesawat untuk berdakwah padanya. Mungkin ada kesempatan baginya untuk masuk Islam, karena dia adalah pria yang mencintai Tuhan. Tapi dia meninggal pada hari Jumat dalam keadaan belum masuk Islam. Saya bahkan tidak dapat menghadiri pemakamannya, karena dia non-Muslim.

Jadi jangan sampai terlambat saudara/saudari. JANGAN SAMPAI TERLAMBAT. Dan kuatkan diri anda. Anda tahu anda dapat melakukan ini, siapapun diri anda, tidak peduli anda menganggap derajat anda setinggi apa, karena Muslim adalah orang-orang yang bertauhid. Kita adalah orang-orang La Ilaha Ilallah. Dan apa artinya itu? Itu berarti La hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada kekuatan sejati kecuali dari kekuatan Allah s.w.t).

Jadi Israel tidak bisa jadi alasan, media-media yang mencemarkan nama Islam juga tidak, karena semua ini hanyalah alat-alat tak berarti yang Allah gunakan untuk mewujudkan kehendak-Nya. Hanya Allah-lah kekuatan sejati, dan jika demikian adanya, maka ini harusnya membebaskan kita dari rantai makhluk, karena kita dapat mencapai apapun sesuai kehendak Allah s.w.t. Dan karena kita tidak tahu apa kehendak-Nya, maka hal ini memberikan kita banyak kemungkinan
untuk menggapai apa yang kita mau. Dan jika kita sudah berusaha sebaik mungkin dan gagal,
kita masih bisa tersenyum.

As-Salim dengan elok berkata ketika menceritakan apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w. Anda tahu kenapa? Karena Rasulullah s.a.w berkata: “Keadaan orang beriman itu menakjubkan. Ketika suatu hal yang baik terjadi padanya, dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan ketika suatu hal yang buruk terjadi padanya, dia bersabar dan itu juga baik baginya.” Bagaimana mungkin kita tidak bersabar sedangkan Allah s.w.t berfirman:

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, yaitu orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya.” (Qs. 29:57-59)


SEMOGA BERMANFAAT DAN MEMBERI INSPIRASI UMAT

Muslim - Jangan Bersedih sahabat Ketika Kesulitan Mendera - Dibalik kesulitan Pasti ada kemudahan - AndreLinds.Com



Allah S.W.T. akan menguji hamba-hamba yang dicintai-Nya. Dan Dia akan melihat apakah kalimat syahadat yang mereka ucapkan adalah benar. Allah S.W.T. berfirman dalam Quran:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Qs. al-Ankabut [29]: 2-3).

Allah tidak akan membiarkan anda sampai Dia mengetes anda sebagai seorang munafiq atau mukmin. Allah tidak akan membiarkan anda memasuki surga kecuali Dia akan menguji anda berulang kali. Seorang mukmin tidak akan menjadi wali Allah sampai dia diuji.

Dan akan ada orang-orang yang menguji keimanan anda, keluarga anda, atau kehormatan anda dalam kehidupan sehari-hari.

Allah S.W.T. berfirman:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah[2] : 155-157)

Ketika seseorang memfitnah anda tanpa bukti, Allah tahu bahwa anda terbebas dari tuduhan itu. Allah tahu orang itu cuma menuduh anda, tapi Dia menguji anda sehingga Dia bisa menaikkan derajat anda! Ketika orang-orang merendahkan anda, derajat anda akan naik menjadi orang yang dicintai Allah jika anda bersabar! Jadi jangan mengeluhkan ujian melainkan sambutlah ia!

Ketika orang beriman mendapatkan kesukaran, dia tidak menjadi depresi karena dia mengingat Allah dan ridha terhadap keputusan Allah sehingga Allah memberikan ketenangan batin padanya. Seorang Muslim sejati tidak akan merasa depresi. Jika seseorang merasa depresi dan stres, maka ada sesuatu yang salah dengan imannya.

Dan dikatakan dalam hadist qudsi:

Barangsiapa yang tidak ridha dengan apa yang Allah berikan padanya. Barangsiapa yang tidak bersabar ketika Allah menimpakan kesukaran, maka Dia lebih baik mencari tuhan lain selain Aku. Dan jika seseorang ridha dengan Allah meskipun Allah hanya memberinya sedikit, maka Allah akan ridha dengan amalannya yang sedikit.”

Jika Allah memberi sedikit rezeki kepada seseorang, misalnya dia punya sebuah motor tua, rumah sederhana, dan baginya itu sudah cukup. Dia tidak makan 3 kali sehari setiap hari, tapi dia mendapatkan secukupnya untuk mengisi perutnya. Dia ridha dengan Allah, maka Allah akan ridha dengan amalannya yang sedikit.

Kesukaran hanya menjadi negatif jika hal itu menjadi penghalang antara anda dan Allah S.W.T. Tapi kesukaran menjadi positif dan menjadi motivasi bagi anda ketika ia mendekatkan anda kepada Allah S.W.T.

Setiap orang yang melalui kepedihan dan kesukaran harus menyadari bahwa semua ini bukan berarti Allah S.W.T. ingin menghukum anda, melainkan ini adalah seruan dari Allah S.W.T. agar kita mendekat kepada-Nya.

Dan inilah salah satu hikmah dari cobaan dan musibah. Kita menjadi dekat satu sama lain dengan saling mengobrol dan menelpon, namun kita menjadi dekat kepada Allah S.W.T. melalui cobaan dan musibah!

Dan anda bisa menanggapinya sebagai berikut: Yang pertama, anda menghadapi kesukaran dan mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. Yang kedua, anda memilih untuk begitu saja menerima kesukaran itu seorang diri, tidak melakukan apapun, dan kemudian anda akan melihat dampaknya terhadap keimanan anda. Ketika anda terisolasi, anda mulai merasakan keimanan mulai memudar! Kualitas shalat, khusyu’nya shalat, semuanya memudar! Kemampuan anda untuk membaca Quran, untuk berpuasa, tidak lagi ada.

Apa yang anda lakukan? Yang anda lakukan adalah menyerahkan diri kepada setan! Dan setan telah berjanji untuk menyesatkan jalan anda dari Allah S.W.T. Jadi dalam masa-masa sulit anda harus mencari orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan buatlah mereka menuntun anda kepada Allah S.W.T.

Cobaan paling ringan yang diterima seseorang adalah dia sedang berjalan-jalan dan tertusuk oleh duri dan membuatnya berkata “Aduh!” Rasulullah s.a.w bersabda: “Tidak seorang pun tertusuk duri, kecuali Allah S.W.T. menghapuskan dosanya karenanya.”

Cobaan dan musibah adalah cara mendapatkan ampunan, semua itu adalah cara memurnikan anda,  sehingga anda dapat pergi ke tempat tersuci (surga). Hukuman Allah bukanlah karena kemarahan atau kemurkaan-Nya, melainkan cara untuk membersihkan anda dari dosa.

Jangan hanya duduk dan mengira-ngira mengapa Allah memberikan kesukaran pada anda, karena tidak mungkin anda bisa mengetahui penyebabnya. Tapi saya menjamin satu hal pada anda. Allah berfirman dalam Quran bahwa Dia akan menjelaskan kenapa hal-hal tertentu menimpa anda di dunia. Dia tidak bisa memberitahu anda sekarang, karena jika Dia memberitahu anda sekarang, maka ini tidak lagi disebut ujian.

Dan dalam hadist Allah Azza wa Jalla memilih orang yang paling dekat kepada-Nya untuk diberikan ujian terberat. Kenapa Allah melakukan itu? Karena Allah Azza wa Jalla tidak hanya ingin untuk memberikan derajat tinggi kepadanya, tapi Allah Azza wa Jalla juga ingin menjadikannya sebagai contoh bagi umat manusia. Dan Allah Azza wa Jalla ingin menjadikan bahwa mereka punya alasan yang kuat untuk pergi ke jannah(surga). Temanku, jika anda ingin pergi ke jannah (surga), Allah harus menunjukkan di hari kiamat “Hamba-Ku yang ini mendapatkan jannah karena alasan ini.”

Rasulullah s.a.w bersabda: “Perkara seorang mukmin itu aneh, ketika Allah merahmatinya dengan sesuatu yang baik dan dia bersyukur kepada Allah, maka Allah memberinya pahala dan merahmatinya. Dan ketika Allah memberinya kesulitan, kemudian dia bersabar untuk melalui kesulitan itu, dia juga mendapatkan pahala dan rahmat dari Allah.”

Pahala yang akan diberikan Allah kepada orang-orang yang bersabar tidak terhitung banyaknya! Seseorang akan menderita selama beberapa tahun, dan meskipun di sepanjang hidupnya dipenuhi cobaan yang berat, misalnya penyakit yang parah sampai kematian merenggutnya. Namun ketika kematian datang, penyakitnya juga dicabut! Tidak ada seorangpun yang menderita kanker di dalam kubur atau di jannah (surga).

Kesukaran-kesukaran ini sesungguhnya baik, tapi kita menganggapnya sebagai sesuatu yang jahat.
Allah mengirimkan kesukaran untuk menguji anda! Kematian dapat merenggut anda kapan saja! Jadi pastikan selalu iman anda berada dalam kondisi baik. Dia mengirimkan ujian pada anda untuk menjaga anda dari dosa-dosa anda sendiri!

Allah Azza wa Jalla mengirimkan kesukaran pada anda mungkin karena anda belum berdo’a sejak waktu yang lama, dan kini waktunya mendekat kembali pada Allah! Terkadang kita baru bisa mendekat kepada Allah ketika ujian mendera, kita harus merasakan kesulitan dulu baru mau mengingat Allah S.W.T Dan Allah membuka jalan untuk itu. Dia mengirimkan kesukaran untuk menyempurnakan kita!

Berbagai manfaat ada bersama datangnya kesukara. Juga seperti yang dikatakan pepatah “Cobaan itu baik bagimu karena ia adalah kepedihan. Dan kepedihan adalah kelemahan yang keluar dari tubuhmu. Jika kepedihan itu tidak menghancurkanmu, maka ia membuatmu lebih kuat.” Dan agar kita ingat bahwa kita adalah milik Allah! Dengan demikian Dia mempunyai segala hak untuk melakukan apapun kepada kita seperti yang diinginkan-Nya.

Tidakkah kita mengetahui kisah para Anbiyya (para nabi) a.s, merekalah orang-orang yang menerima ujian terberat, meski begitu mereka tidak pernah berpaling dari Allah s.w.t! Namun sedikit saja kesulitan datang kepada kita, kita langsung berpikir “Apa salahku? Aku sudah shalat 5 waktu, bersedekah, melakukan ini dan itu! Kenapa Allah menimpakan ini padaku?” Anda seringkali mendengar orang-orang mengatakan hal bodoh ini! “Kenapa aku menerima kesulitan?”, kata mereka. Jika Allah s.w.t menguji para anbiyya (nabi), kenapa Dia tidak boleh menguji kita? Ini adalah hak-Nya. Wallahu'alam.


SEMOGA BERMANFAAT DAN MEMBERI INSPIRASI UMAT

Muslim - Sahabat Jangan Tidur Sebelum Anda Melakukan 4 Hal Ini - AndreLinds.Com


Sebagian ulama mengatakan bahwa sebelum kita tidur, jika kita ingin meningkatkan hubungan kita dengan Allah, maka kita harus melakukan empat perkara. Kita seharusnya tidak tidur sebelum mengurus 4 perkara.

Yang pertama, Kita harus memastikan bahwa kita tidak tidur kecuali kita telah menyelesaikan semua pertengkaran kita dengan orang lain.

Yang kedua, Kita harus memastikan bahwa sebelum tidur kita telah memenuhi semua kewajiban yang merupakan milik Allah s.w.t. Misalnya kita belum shalat Isya maka kita tidak boleh tidur dulu.

Yang ketiga, Kita tidak boleh tidur sampai kita bertaubat kepada Allah dan meminta Allah untuk mengampuni dosa-dosa yang mungkin telah dilakukan di masa lalu.

Yang keempat, Sebelum tidur kita harus memastikan bahwa kita telah menjelaskan segala hal yang harus diurusi apabila kita meninggal, entah itu menyangkut kekayaan kita, keluarga kita, dan sebagainya. Misalnya, apa yang akan dilakukan sanak famili dengan harta kita kalau kita meninggal, apa wasiat yang harus mereka lakukan ketika kita meninggal, dan sebagainya.


Dan banyak dari kita yang menganggap bahwa ini tak masuk akal. Kita berpikir “Kenapa aku harus merencanakan kematianku sebelum tidur?” Tapi inilah keseriusan yang dibutuhkan untuk menjalin hubungan dengan Allah s.w.t.

Muslim - Perhiasan Paling Indah di Dunia adalah Wanita Solehah - AndreLinds.Com

Sebuah berita gembira datang dari sebuah hadits Rosul bahwa Rosulullah Saw. Bersabda :”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)

Di dalam Islam, peranan seorang istri memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan berumah-tangga dan peranannya yang sangat dibutuhkan menuntutnya untuk memilih kualitas yang baik sehingga bisa menjadi seorang istri yang baik. Pemahamannya, perkataaannya dan kecenderungannya, semua ditujukan untuk mencapai keridho’an Allah Swt., Tuhan semesta Alam. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah Swt. sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya.

Kualitas seorang istri seharusnya memenuhi sebagaimana yang disenangi oleh pencipta-Nya yang tersurat dalam surat Al-Ahzab. Seorang Wanita Muslimah adalah seorang wanita yang benar (dalam aqidah), sederhana, sabar, setia, menjaga kehormatannya tatkala suami tidak ada di rumah, mempertahankan keutuhan (rumah tangga) dalam waktu susah dan senang serta mengajak untuk senantiasa ada dalam pujian Allah Swt.

Ketika seorang Wanita Muslimah menikah (menjadi seorang istri) maka dia harus mengerti bahwa dia memiliki peranan yang khusus dan pertanggungjawaban dalam Islam kepada pencipta-Nya, Allah Swt. menjadikan wanita berbeda dengan pria sebagaimana yang disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:


”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (QS. An Nisaa’ , 4:32)


Kita dapat melihat dari ayat ini bahwa Allah Swt. membuat perbedaan yang jelas antara peranan laki-laki dan wanita dan tidak diperbolehkan bagi laki-laki atau wanita untuk menanyakan ketentuan peranan yang telah Allah berikan sebagaimana firman Allah:


“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al Ahzab, 33:36)


Karenanya, seorang istri akan membenarkan Rasulullah dan akan membantu suaminya untuk menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syari’ah (hukum Islam) dan memastikan suaminya untuk kembali melaksanakan kewajiban-kewajibannya, begitupun dengan kedudukan suami, dia juga harus memenuhi kewajiban terhadap istrinya.
Diantara hak-hak lainnya, seorang istri memiliki hak untuk Nafaqah (diberi nafkah) yang berupa makanan, pakaian dan tempat untuk berlindung yang didapatkan dari suaminya. Dia (suami) berkewajiban membelanjakan hartanya untuk itu walaupun jika istri memiliki harta sendiri untuk memenuhinya. Rasulullah Saw. Bersabda :


”Istrimu memiliki hak atas kamu bahwa kamu mencukupi mereka dengan makanan, pakaian dan tempat berlindung dengan cara yang baik.” (HR. Muslim)


Ini adalah penting untuk dicatat bahwa ketika seorang istri menunaikan kewajiban terhadap suaminya, dia (istri) telah melakukan kepatuhan terhadap pencipta-Nya, karenanya dia (istri yang telah menunaikan kewajibannya) mendapatkan pahala dari Tuhan-Nya. Rasulullah Saw. mencintai istri-istrinya karena kesholehan mereka.


Aisyah Ra. suatu kali meriwayatkan tentang kebaikan kualitas Zainab Ra., istri ketujuh dari Rosulullah Saw.,
”Zainab adalah seseorang yang kedudukannya hampir sama kedudukannya denganku dalam pandangan Rasulullah, dan aku belum pernah melihat seorang wanita yang lebih terdepan kesholehannya daripada Zainab Ra., lebih dalam kebaikannya, lebih dalam kebenarannya, lebih dalam pertalian darahnya, lebih dalam kedermawanannya dan pengorbanannya dalam hidup serta mempunyai hati yang lebih lembut, itulah yang menyebabkan ia lebih dekat kepada Allah”.
Seperti kebesaran Wanita-wanita Muslimah yang telah dicontohkan kepada kita, patut kiranya bagi kita untuk mencontohnya dengan cara mempelajari kesuciannya, kekuatan dari karakternya, kebaikan imannya dan kebijaksanaan mereka. Usaha untuk mencontoh Ummul Mukminin yang telah dijanjikan surga (oleh Allah) dapat menunjuki kita kepada karunia surga.
Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda :


“Ketika seorang wanita menunaikan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mematuhi suaminya, maka dia akan masuk surga dengan beberapa pintu yang dia inginkan.” (HR. Al Bukhari, Al Muwatta’ dan Musnad Imam Ahmad)


Wahai Muslimah yang tulus, perhatikan bagaimana Nabi Saw. menjadikan sikap ta’at kepada suami sebagai dari bagian amal perbuatan yang dapat mewajibkan masuk surga, seperti shalat, puasa; karena itu bersungguh-sungguhlah dalam mematuhinya dan jauhilah sikap durhaka kepadanya, karena di dalam kedurhakan kepada suami terdapat murka Allah Swt.
Wallahu a’lam bish showab..


SEMOGA BERMANFAAT

Muslim - Keutamaan Bersedekah Menyantuni Anak Yatim - AndreLinds.Com

MUQODIMAH

Segala puji bagi Alloh Ta'ala Yang Mengaruniakan rezeki tanpa batas, Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, kerabat, sahabat, dan pengikutnya yang setia hingga hari kiamat.

Mitra PetaHidup Sukses - Saudaraku Muslim ! Alangkah banyaknya duka dan derita yang mengisi kehidupan ini. Ia memang tidak belas kasihan kepada siapapun. Dan tidak ada seorang pun yang bisa meneguk air yang benar-benar jernih dari gelas kehidupan ini.

Dalam kehidupan ini, manusia beralih dari keadaan-keadaan bahagia kepada keadaan-keadaan menderita. Tidak ada bedanya, yang masih kecil maupun yang sudah dewasa. Penjara-penjara kehidupan dan beban-beban beratnya berbeda-beda tingkatan. Ada yang kecil dan berlangsung beberapa saat saja, ada pula yang besar, dan berlangsung dalam masa yang panjang.

Saudaraku Muslim ! Ini adalah gambaran dari sebagian derita kehidupan itu yang dialami oleh sebagian orang diantara kita, yang kepahitannya mereka rasakan dalam masa yang panjang ! Kepahitan yang dirasakan oleh orang-orang papa dan lemah itu, yang lebih dulu merasakan pahitnya kehidupan sebelum manisnya.

Tahukah anda, siapa orang-orang papa itu ?

Mereka adalah anak-anak yatim! Mereka adalah anak-anak, yang kehilangan sosok yang mencarikan nafkah bagi mereka sebelum mengerti apa itu nafkah, apa itu pekerjaan. Bahkan mereka adalah anak-anak yang kehilangan sosok yang
membimbing mereka, sebelum mengenal apa-apa. Merekalah anak yatim ! Anak yang dikejutkan oleh kematian ayahnya, sebelum merasakan manisnya kasih sayang ayah, sebelum mereka merasakan perlindungan tangan yang perkasa itu !

Saudaraku ! Anda sudah tahu, siapakah anak yatim itu ?! Wahai anda yang memiliki hati yang penyayang ! Tahukah Anda, apa kewajiban kita terhadapnya ?

MENYANTUNI ANAK YATIM ADALAH AKHLAK MULIA

Saudaraku Muslim ! Islam telah mendorong pemeluknya agar memiliki akhlak mulia. Salah satu akhlak mulia itu adalah menyantuni anak yatim. Sesungguhnya, anak yatim adalah manusia yang paling membutuhkan pertolongan dan kasih sayang. Karena ia adalah anak yang kehilangan ayahnya pada saat ia sangat membutuhkannya. Ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, karena ia tidak mungkin mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada.

Jika anda melihat seseorang yang penyayang kepada anak-anak yatim dan menyantuni mereka, maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang yang berbudi dan berakhlak mulia.

Suatu ketika Saib bin Abdulloh rodhiyallohu 'anhu datang kepada Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam, maka Nabi sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya :

"Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih
dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu,
muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga." [HR.Ahmad dan
Abu Dawud, Shohih Abu Dawud, Al-Albani : 4836]

Dalam sebuah atsar disebutkan riwayat dari Daud 'alaihissalam, yang berkata :

"Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang." [HR.
Bukhori]

Saudaraku muslim ! Kasih sayang dan berbuat baik kepada anak yatim, sebagaimana yang telah saya katakan kepada anda, adalah sebagian dari akhlak dan moralitas orang-orang yang mulia. Itu tidak bisa dilakukan kecuali oleh seorang lelaki yang mulia, yang menghimpun banyak budi pekerti mulia, yang mencintai kebajikan.

Abdullah bin Umar rodhiyallohu 'anhu tidak pernah memakan makanan kecuali dimeja makannya ada seorang anak yatim yang makan bersamanya.

Jadilah orang seperti itu, saudaraku ! Seorang yang penyantun, lemah lembut, dan berupaya berbuat kebaikan kepada anak yatim, mengusap air mata mereka dengan tangan dan harta anda serta memasukkan perasaan gembira ke dalam hati mereka.

Ketahuilah, bahwa jika anda mendapat taufiq untuk melaksanakan itu, maka anda benar-benar manusia yang beruntung. Yang berhak mendapat gelar "Seorang yang Berbudi".

KEPADA ANDA YANG INGIN MENEMANI NABI DI SURGA


Saudaraku muslim ! Masuk surga adalah kesuksesan paling tinggi yang diraih oleh orang-orang yang beriman. Bagaimana pula dengan menemani Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam didalamnya? Itu adalah derajat yang akan diraih oleh orang-orang yang menyantuni anak yatim. Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda :

“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti
ini", Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah
seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhori].

Imam Ibnu Bathol rohimahulloh berkata : "Orang yang mendengar hadis ini wajib melaksanakannya, agar ia bisa menjadi sahabat Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam di surga. Di akhirat, tidak ada kedudukan yang lebih utama dari itu."

Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh berkata : "Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah."

Saudaraku muslim ! Tahukah anda, apa hasil yang akan diperoleh dengan menyantuni dan mengasihi anak yatim, apa sikap anda, saudaraku, terhadap kebaikan ini ?

Jika anda termasuk orang-orang yang mampu, apakah anda pernah berpikir untuk menyantuni seorang anak yatim, sehingga anda bisa menjadi sahabat nabi shollallohu 'alaihi wa sallam di surga. Untuk menyantuni anak yatim anda tidak harus memiliki kekayaan yang melimpah. Melainkan, siapa yang memungut seorang anak yatim, memberinya makanan dengan makanan yang sehari-hari yang dimakannya, memberinya minum dengan minuman yang bisa diminumnya, maka ia akan memperoleh kedudukan tersebut.

Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga." [HR. Abu Ya'la dan Thobroni, Shohih At Targhib Al-Albaniy : 2543].

Wahai anda yang ingin memperoleh apa yang bermanfaat bagi dirinya, jika anda mendapat kesempatan untuk menyantuni anak yatim, jangan sekali-kali anda sia-siakan. Jika anda tidak menyukai hal itu dan menyia-nyiakannya, maka pikirkanlah pahala bagi orang yang menyantuni anak yatim. Tidakkah anda ingin menjadi sahabat Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam di sorga ?!.

MULIAKANLAH ANAK YATIM, NISCAYA HATIMU MENJADI LUNAK DAN KEBUTUHANMU TERPENUHI

Saudaraku muslim ! Jika anda mengeluhkan hati anda yang keras, maka menyantuni anak yatim merupakan sarana yang bisa menjadikan hati lunak. Ia adalah obat yang diwasiatkan oleh Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam yang telah diutus dengan membawa petunjuk dengan kebenaran shollallohu 'alaihi wa sallam.

Diriwayatkan oleh Abu Darda' rodhiyallohu 'anhu yang berkata :

"Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi shollallohu 'alaihi wa sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah
mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi." [HR Thobroni, Targhib, Al Albaniy : 254]

Saudaraku Muslim ! Sesungguhnya, mengasihi anak yatim merupakan sarana untuk melunakkan hati dan mengupayakan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan.

Sebab, orang yang mengasihi anak yatim telah memposisikan diri seperti ayahnya. Seorang ayah, secara naluriyah memiliki karakter sayang dan mengasihi anak-anaknya. Adapun orang yang mengasihi anak yatim memiki satu sifat lain, yaitu mengasihi anak yang bukan anak kandungnya.

Barang siapa keadaannya seperti itu maka dihatinya terhimpun sarana-sarana yang bisa melembutkan hatinya, sekalipun sebelumya merupakan hati yang keras.

Tidak diragukan lagi ini merupakan obat yang mujarab. Anda tidak akan pernah mendapati orang yang menyantuni anak yatim, kecuali pasti memiliki hati yang pengasih.

Kebalikan dari ini, anda tidak akan menjumpai seorangpun yang tidak mengasihi anak yatim, kecuali ia memiliki hati yang keras dan berakhlak buruk.

Manfaat lain dari tindakan mengasihi anak yatim yang telah dikabarkan oleh nabi shollallohu 'alaihi wa sallam kepada seorang yang bertanya kepada beliau adalah : bahwa meyantuni anak yatim merupakan sarana terpenuhimya kebutuhan dan terwujudnya apa yang dicari

Sesungguhnya, orang yang berbuat kebaikan kepada anak orang lain adalah orang yang telah memasukkan rasa gembira dihati mereka. Tidak diragukan lagi, Alloh pasti tidak akan menyia-nyiakannya, karena Alloh Ta'ala Maha Pengasih dan Mencintai semua orang yang pengasih.

Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rohman (Yang Maha Pengasih) Tabaaroka wa ta'ala. Kasihilah siapa yang ada dibumi niscaya engkau dikasihi oleh yang di langit." [HR. Abu dawud, Tirmidzi dan lain-lain. As silsilatu shohihah : 925].

Saudaraku muslim! Kasihilah anak yatim, niscaya Alloh akan memperbaiki urusan dunia dan akhiratmu.

BAGAIMANA CARA BERBUAT BAIK KEPADA ANAK YATIM

Saudaraku muslim ! Berbuat baik kepada anak yatim, bisa dengan beberapa cara
:
1. Memberinya makan dan pakaian, serta menanggung kebutuhan-kebutuhan pokoknya. Di atas telah disampaikan kepada anda keutamaannya.
2. Mengusap kepalanya serta menunjukkan kasih sayang kepadanya. Tindakan ini akan mempunyai pengaruh besar terhadap kejiwaan anak yatim. Ibnu Umar rodhiyallohu 'anhu jika melihat anak yatim, beliau mengusap kepalanya dan memberinya sesuatu.
3. Membiayai sekolahnya, sebagaimana seseoang ingin menyekolahkan anaknya.
4. Mendidiknya dengan ikhlas, sebagaimana keikhlasanya dalam mendidik anak kandungnya sendiri.
5. Jika ia melakukan perbuatan yang mengharuskan di beri hukuman maka bersikap lemah-lembut dalam mendidiknya.
6. Bertakwa kepada Alloh dalam mengelola harta anak yatim, jika anak yatim itu mempunyai harta kekayaan. Jangan sampai hartanya di habiskan karena menginginkan agar anak yatim itu kelak tidak meminta hartanya kembali. Sebaliknya, hartanya harus di jaga, sehinga ketika ia telah dewasa, harta tersebut dikembalikan kepadanya.
7. Mengembangkan harta anak yatim dan bersikap ikhlas di dalamnya, sehingga hartanya tidak habis oleh zakat.

Saudaraku Muslim ! Inilah beberapa gambaran tentang cara berbuat baik kepada anak yatim. Berbuat baik kepada anak yatim tidak hanya diperintahkan kepada orang-orang tertentu, akan tetapi setiap muslim diperintahkan untuk itu sebagaimana ia diperintahkan untuk melaksanakan semua amal yang baik dan sholih.

Jika Alloh ta'ala mengetahui ketulusan niat seorang hamba, niscaya Dia akan membantunya dalam melaksanakan perbuatan baik. Maka, hendaklah engkau berkeinginan kuat untuk melasanakan amal-amal shalih, walaupun baru sekedar
berniat di hati sampai suatu saat Alloh memberikan kesempatan anda untuk melakukan amal solih.

Sungguh, tidak ada orang yang lebih lemah daripada orag yang tidak mampu menyelinapkan niat di hatinya untuk melasanakan amal-amal sholih.

KEPADA SETIAP MUSLIM

Saudaraku Muslim ! Berbuatlah baik kepada anak yatim, selain merupakan akhlak yang mulia yang diserukan oleh Islam, ia juga hanya dilaksanakan oleh orang-orang yang berhati penyayang dan berjiwa bersih.

Masyarakat muslim, adalah masyarakat yang diikat oleh ajaran-ajaran mulia yang diserukan oleh Islam.

Ia adalah masyarakat yang telah digambarkan oleh Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam dalam penggambaran beliau yang indah, ketika beliau bersabda :

"Engkau melihat orang-orang beriman itu dalam hal kasih sayang dan saling mencintai di antara mereka, adalah seperti satu tubuh, jika ada satu organ yang mengeluh (sakit), maka seluruh tubuh akan merasakan sakit dengan tidak tidur dan panas." [HR. Bukhori dan Muslim, redaksi ini terdapat dalam riwayat Bukhori.]

Penggambaran ini memberitahukan kepada anda, bagaimana seyogyanya keadaan dalam masyarakat muslim ini.

Anak yatim adalah bagian dari masyarakat muslim itu. Ia berhak terhadap apa yang menjadikan hak anggota masyarakat muslim lainnya, dan berkewajiban sebagaimana kewajiban masyarakat anggota muslim lainnya. Seluruh kaum muslimin wajib berbuat baik kepada anak yatim, menyantuninya, dan menggantikan kasih sayang ayahnya, serta memberikan kepadanya apa yang biasa mereka berikan kepada anak-anak dan istri mereka.

Saudaraku Muslim ! Tidaklah sulit bagi anda untuk memungut seorang anak yatim, memberi makanan seperti yang biasa anda makan sehari-hari, memberi pakaian seperti pakaian yang biasa anda pakai, dan menjadikannya sebagai salah seorang anak anda.

Hendaklah, perbuatan baik anda ini didasarkan niat tulus untuk mencari ridho Alloh Ta'ala. Dengan harapan, anda bisa menjadi salah seorang dari mereka yang digambarkan oleh Alloh Ta'ala dalam firmannya :

"Dan merka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah,kami tidak menghendaki balasan dari kamu
dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (adzab) Tuhan kami pada suatu hari yang (dihari) orang-orang bermuka masam penuh kesakitan. Maka Alloh memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepda mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra." [Al-Insan : 8-12]

Semoga Alloh memberikan taufiq kepadaku, kepada anda, saudaraku muslim, untuk melakukan amal-amal sholih. Semoga Alloh menolongku, juga anda semua untuk tetap melaksanakan amal-amal sholih itu sampai tiba kematian.

Segala puji bagi Allah swt. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi kita, Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, juga kepada segenap kerabat dan sahabat serta pengikutnya yang setia hingga hari kiamat.

[Dinukil oleh Abu Mitfah Al-Pacitany dari buku Al-Ihsan Ilal Yatiim dengan terjemahan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim karya Azhari Ahmad Mahmud]
SEMOGA BERMANFAAT

Sumber:http://islamberkata.blogspot.co.id/2011/11/keutamaan-menyantuni-anak-yatim.html